Profil keuskupan larantuka




НазваProfil keuskupan larantuka
Дата канвертавання03.11.2012
Памер45.52 Kb.
ТыпДокументы
PROFIL KEUSKUPAN LARANTUKA


MENGENAL KEUSKUPAN LARANTUKA:

  1. WILAYAH:

Keuskupan Larantuka terletak di Timur pulau Flores, yang meliputi dua kabupaten, yakni kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata yang tersebar di Timur pulau Flores, pulau Adonara, pulau Lembata dan pulau Solor. Daerah ini pada masa awal karya misi biasa dikenal dengan nama “Misi Kepulauan Solor” atau Misi Solor. Di pulau solor, tepatnya di kampung Lohayong masih ada peninggalan sejarah misi Portugis berupa Benteng Portugis “Fort Henricus”.


  1. PENDUDUK:

Penduduk asli yang mendiami wilayah Keuskupan Larantuka adalah suku Lamaholot dengan campuran dan pembauran dalam perjalanan waktu yang panjang. Ciri



  1. ARAH DASAR DAN PROGRAM PASTORAL:

Dari Katedral Larantuka, hari Kamis, tanggal 28 Juni 2007, bertepatan dengan Yubileum imamat Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, Arah Dasar Pastoral Keuskupan Larantuka dimaklumkan untuk kemuliaan Allah dan keselamatan manusia oleh YM. Uskup Larantuka Fransiskus Kopong Kupng, Pr.

Arah Dasar pastoral Keuskupan Larantuka ini digodok berdasarkan makalah YM Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr berjudul “Menuju Gereja Yang Dewasa dan Mandiri” yang disampaikan tanggal 23 September 2004 dihadapan Dewan Imam dan para imam serta rohaniwan Keuskupan Larantuka. Makalah ini berisi pokok-pokok pikiran berkenan dengan arah dasar pastoral Keuskupan Larantuka.

Arah Dsasar Pastoral Keuskupan Larantuka tersebut menjadi garis besar haluan Gereja Keuskupan Larantuka, yang selanjudnya dirumuskan dalam sebuah rencana strategis yang di dalamnya mengandung visi, misi, sasaran dan program jangka panjang dan jangka pendek.


Visi:

Terwujudnya Komunitas Basis Gerejani sebagai komunitas iman, harap dan kasih, yang hidup dari Sabda dan Sakramen, mandiri, integratif, partisipatif dan transformatifr.


Misi:

  1. Membangun persekutuan yang berdasarkan gambaran komunitas Trinitas, mencontohi cara hidup Gereja Perdana (bdk Kis 2:42-45; 4:32-34), bersatu padu dalam iman akan Yesus Kristus, teguh berharap kepada Allah dan saling mengasihi.

  2. Meningkatkan penghayatan Sabda Allah sebagai jalan dan kebenaran dan hidup (bdk Yoh 14:6) dalam ziarah menuju rumah Bapa.

  3. Meningkatkan penghayatan sakramen-sakramen Gereja terutama sakramen Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan orang Kristen (bdk P.O.5) dan sakramen tobat sebagai sarana untuk memperbaharui diri.

  4. Membangun kemandirian dalam bidang personil, finansial dan spiritual.

  5. Mengupayakan keseimbangan yang wajar dan keterpaduan yang harmonis antara perkara-perkara kultis dan ikhwal kemasyarakatan.

  6. Meningkatkan peran serta dalam pelaksanaan tri-tugas Kristus yaitu mewartakan, menguduskan dan menggembalakan.

  7. Merintis dan memprakarsai perubahan-perubahan yang mencakup perubahan diri, kondisi kehidupan dan lingkungan hidup, menuju habitus baru dengan menjaga keseimbangan tiga proses: masyarakat warga, badan publik dan pasar.


Sasaran:

  1. Komunitas Basis Gerejani yang hidup dari Sabda dan sakramen.

  2. Komunitas Basis Gerejani yang mandiri

  3. Komunitas Basis Gerejani yang integratif.

  4. Komunitas Basis Gerejani yang partisipatif

  5. Komunitas Basis Gerejani yang transformatif.


Rencana Strategis:

  1. Rencana Jangka Panjang:


Program:

Meningkatkan peran serta pemimpin Komunitas Basis Gerejani, keluarga, awam birokrat, dan orang muda Katolik dalam membangun Komunitas Basis Gerejani menjadi komunitas iman, harap dan kasih yang hidup dari Sabda dan sakramen, mandiri, integratif, partisipatif dan transformatif.


Tujuan:

Supaya pemimpin Komunitas Basis Gerejani, keluarga, kaum awam birokrat dan orang muda Katolik mampu berperan serta dalam membangun Komunitas Basis Gerejani menjadi komunitas iman, harap dan kasih yang hidup dari Sabda dan sakramen, mandiri, integratif, partisipatif dan transformatif.


Waktu: 2007-2022



  1. Rencana Jangka Pendek


Tahap I:

Program: Membangun Komunitas Basis Gerejani sebagai komunitas iman, harap dan cinta kasih yang transformatif.


Tujuan: Supaya pemimpin Komunitas Basis Gerejani, keluarga, kaum awam birokrat dan orang muda katolik mampu berperan serta dalam membangun Komunitas Basis Gerejani menjadi komunitas iman, harap dan kasih yang transformatif.


Waktu: 2007-2012


Program Tahunan:

Tahun 2007: Persiapan Program

Tahun 2008: Keluarga

Tahun 2009: Orang Muda Katolik

Tahun 2010: Awam Birokrat

Tahun 2011: Pemimpin Komunitas Basis Gerejani

Tahun 2012: Evaluasi Program.


  1. STATUS:

Vikariat Apostolik: 8 Maret 1951

Keuskupan: 3 Januari 1961


USKUP LARANTUKA SAAT INI: Mgr. Fransiskus Kopong Kung Pr.

PARA USKUP PENDAHULU:

  1. Mgr. Gabriel Manek, SVD: Ditahbiskan 25 April 1951

  2. Mgr. Antonius Hubertus Thijsen, S VD: Ditahbiskan 3 Mei 1951

  3. Mgr. Wilhelmus Darius Nggawa, SVD: ditahbiskan 16 Juni 1974



WAKIL USKUP LARANTUKA: Romo Dr. Gabriel Unto da Silva, Pr


PARA DEKEN:

  1. DEKEN LARANTUKA: Romo Bernardus Bala Kerans, Pr

  2. DEKEN ADONARA: Romo Lasarus Laga, Pr

  3. DEKEN LEMBATA: Romo Philipus da Gomez, Pr.


SEKRETARIS USKUP: Romo Gregorius Kedang, Pr


EKONOM KEUSKUPAN LARANTUKA: Rm. Stefanus Kolin, Pr


DEWAN IMAM KEUSKUPAN LARANTUKA:

Ketua : Romo Eduardus Jebarus, Pr

Sekretaris : Romo Yansen Raring, Pr

Bendahara : Romo Grergorius Kedang, Pr

Anggota :

  1. Romo Gabriel Unto da Silva, Pr – Vikjend/Pimpinan Sekretariat Pastoral

  2. Romo Siprianus Sande, Pr – Preses Seminari San Dominggo, Larantuka

  3. Romo Bernardus Bala Kerans, Pr – Deken Larantuka

  4. Romo Lasarus Laga, Pr – Deken Adonara

  5. Romo Philipus da Gomez, Pr – Deken Lembata

  6. Romo Petrus Dua Maing, Pr

  7. Romo Antonius Prakum Keraf, Pr

  8. Romo Nikolaus Lawe Saban, Pr

  9. Romo Petrus Ece Muda, Pr

  10. Romo emanuel Temaluru, Pr


UNIO PROJO:

Ketua: Romo Yansen Raring, Pr

Anggota: Semua imama projo Keuksupan Larantuka


SEKRETARIAT PASTORAL (SEKPAS) KEUSKUPAN LARANTUKA:

  1. PIMPINAN: Romo Gabriel Unto da Silva, Pr

  2. WAKIL PIMPINAN: Romo Fransiskus da Santo, Pr

  3. ANGGOTA: Romo Leonardus Lewokrore, Pr

ALAMAT: Jln. Mgr. Miguel Rangel 1-2, San Dominggo, Kelurahan Larantuka, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT 86213, Tlpn (0383) 21170, 21173, Fax: (0383) 21443


  1. KOMISI-KOMISI:

  1. Komisi Liturgi: Rm. Donatus Slidang Kolin, Pr (Ketua), Romo Paskalis Gilo Hurek, Pr (wkl)

  2. Komisi Kateketik: Rm. Fransiskus da Santo, Pr (Ketua).

  3. Delkit/Komisi Kerasulan Kitab Suci: Romo Gregorius Kedang, Pr

  4. Komisi Kerasulan Awam: Bapak Drs. Bernardus Tukan (Ketua), Romo Bernardus Bala Kerans, Pr (Wkl)

  5. Komisi Pastoral Keluarga: Romo Lukas Darsono, MSF (Ketua), Sr. Asumpta OP (Wkl)

  6. Komisi Kepemudaan: Romo Marianus Dewantoro Welan (ketua)

  7. Komisi Jaringan Mitra Perempuan: Ibu Agnes Nely Witin (Ketua).

  8. Delsos/Komisi PSE: Romo Yansen Raring, Pr

  9. Delpen/Komisi Pendidikan/MPK: Romo Eduardus Jebarus, Pr (Ketua)

  10. Komisi Komunikasi Sosial: Romo Leonardus Lewokrore, Pr (Ketua)

  11. Komisi Karya Kepausan Indonesia: Romo Paulus Lewoema, Pr

  12. Komisi Keadilan dan Perdamaian: Romo Benyamin Davo, Pr (Ketua)

  13. Pusat Pengembangan Komunitas Basis Gerejani: Romo almarhum Yosef Gowing Bataona, Pr (Ketua: hingga kini belum diangkat pengganti).

  14. Komisi Migran dan Perantau: Romo Laurensius Riberu, Pr (Ketua).

  15. Perdhaki: Romo Yohanes Angka, Pr (Ketua)


PAROKI-PAROKI:


  1. DEKENAT LEMBATA: MELIPUTI SELURUH PULAU LEMBATA DI KABUPATEN LEMBATA

  1. Paroki St. Maria Pembantu Abadi – Aliuroba

  2. Paroki St Yosef – Boto

  3. Paroki St. Laurensius – Hadakewa

  4. Paroki Salib Suci – Hoeleaq

  5. Paroki St. Antonius – Kalikasa

  6. Paroki St. Petrus dan Paulus – Lamalera

  7. Paroki Hati amat Kudus – Lerek

  8. Paroki St. Maria Banneaux – Lewoleba

  9. Paroki Maria Ratu Damai – Mingar

  10. Paroki St. Bernardus Abbas – Tokojaeng

  11. Paroki St. Maria Bintang Laut – Waipukang

  12. Paroki St. Arnoldus Yansen – Waikomo.

  13. Paroki Lodoblolong (pemekaran dari paroki St. Laurensius Hadakewa)

  14. Paroki Wangatoa (Pemekaran dari Paroki St. Maria Banneaux Lewoleba)

  15. Paroki Lamahora (Pemekaran dari paroki St. Maria Banneaux Lewoleba).




  1. DEKENAT LARANTUKA: MELIPUTI FLORES TIMUR DAN PULAU SOLOR DI KABUPATEN FLORES TIMUR

  1. Paroki Maria Diangkat ke Surga – Bama

  2. Paroki St. Herman Yosef – Belogili

  3. Paroki St. Mikael – Kalike

  4. Paroki Ratu Rosari Tersuci – Katedral

  5. Paroki San Juan – Lebao

  6. Paroki St. Maria Imakulata – Lewolaga

  7. Paroki St. Perawan Maria La Salette – Lato

  8. Paroki Maria Ratu Semesta Alam – Hokeng

  9. Paroki St. Yosef – Lewotobi

  10. Paroki St. Fransiskus Xavesrius – Menanga

  11. Paroki Kunjungan Sta. Perawan maria – Pamakayo

  12. Paroki St. Yosef Riangkelie

  13. Paroki st. Yohanes Pembaptis – Ritaebang

  14. Paroki St. Ignasius – Waibalun

  15. Paroki st. Lodovikus – Waiklibang

  16. Paroki Weri (Pemekaran dari paroki san Juan Lebao)

  17. Paroki Lewotala (Pemekaran dari paroki St. Yosef Riangkemie)

  18. Paroki Watobuku (Pemekaran dari paroki St. Maria Ratu Semesta alam Hokeng)

  19. Paroki Riangpuho (Pemekaran dari paroki St. Lodovikus Waiklibang

  20. Proki Lewotala (Pemekaran dari paroki riangkemie)



  1. DEKENAT ADONARA: MELUPUTI PULAU ADONARA DI KABUPATEN FLORES TIMUR

  1. Paroki St. Maria Hati Tak Bernoda – Baniona

  2. Paroki St. Martinus – Hinga

  3. Paroki St. Tresia Dari Kanak-Kanak Yesus – Kiwangona

  4. Paroki St. Tarsisius Koli – Sagu

  5. Paroki St. Yosef – Lite

  6. Paroki St. Bernadete Soubirous – Pukaone

  7. Paroki St. Yosef – Tanah Boleng

  8. Paroki St. Maria Pembantu Abadi – Witihama

  9. Paroki St. Maria Goreti – Waiwadan

  10. Paroki Kristus Raja – Waiwerang

  11. Paroki Lamabunga (Pemekaran dari paroki Hinga)

STATISTIK KEUSKUPAN LARANTUKA:

  1. JUMLAH UMAT: Data tahun 2009, jumlah umat Katolik di Keuskupan Larantuka sebanyak 240.000 jiwa (sumber: Sekjend Keuskupan Larantuka Romo Gregorius Kedang, Pr).



  1. IMAM DIOSESAN DAN TAREKAT RELIGIUS:

  1. IMAM DIOSESAN:

(Nama-nama imam diosesan di bawah ini berdasarkan Katalog Keuskupan Larantuka tahun 2002. Keterangan Sekjend Keuskupan Larantuka Romo Gregorius Kedang, Pr menyebutkan hingga tahun 2009 jumlah imam projo Keuskupan Larantuka sudah mencapai 140 orang).

  • Romo Yakobus Adobala Dawan, Pr

  • Romo Fransiskus Amanue, Pr

  • Romo Yohanes Angka

  • Romo Bernardus Bala Kerans

  • Romo Zakarias Beni Making

  • Romo Yohanes Buket Rean

  • Romo Blasius Bajiama Keban,

  • Romo Philipus da Gomes

  • Romo Fransiskus Emanuel da Santo

  • Romo Firminus Dai Koban

  • Romo Thomas Labina

  • Romo Yohanes Djou Niron

  • Romo Eduardus Jebarus

  • Romo Petrus Dua Maing

  • Romo Daud Benyamin

  • Romo aloysius Dore

  • Romo Klitus da Gomes

  • Romo Marianus Dewantoro Talu Welan

  • Romo Petrus Ece Muda

  • Romo Petrus Gege Lewar

  • Romo Paskalis Gilo Hurek

  • Romo Agustinus Guna

  • Romo Gregorius Harian Lolan (sdng studi di Austria)

  • Romo Yohanes Hans Menteiro

  • Romo Yohanes John Lein

  • Romo Hermanus Jumad Masan

  • Romo Gabriel Jogo Baluk

  • Romo Martinus Kapitan Sogen

  • Romo Bernardus Kebesa Kedang

  • Romo antonius Kia Uba

  • Romo Amatus Kariaman Witak

  • Romo Kanisius Kopong Daten

  • Romo Yoseph Kuben Odjan

  • Romo Markus Kapitan de Ornay

  • Romo Yosef Gowing Bataona (Almarhum)

  • Romo Yosef Helmu Molan (almarhum)

  • Romo Linus Laga Ewak (almarhum)

  • Romo Lasarus Laga Koten

  • Romo Marselinus Lamury

  • Romo Nikolaus Lawe Saban

  • Romo Andreas Leba Atawolo (almarhum)

  • Romo Yosef Lela Diaz

  • Romo Hendrikus Leni

  • Romo Paulus Lewu Lewoeleng

  • Romo Ignasius Liwu

  • Romo Dominikus Ruro Kelen

  • Romo antonius Londa Diazyanto

  • Romo Stefanus Litinopun Kolin

  • Romo Leonardus Lewoklore

  • Romo Paskalis Mage Hokeng

  • Romo Laurensius Moron Watanama (misionaris domestik di Keuskupan sanggau)

  • Romo Blasius Masang Kleden (studi di Roma)

  • Romo Florentinus Tupen

  • Romo Emanuel Temaluru

  • Romo Gabriel Tobi Wolor

  • Romo Wilhelmus Tuke Wolor

  • Romo Gabriel Unto da Siolva

  • Fromo Sebastianus Uran Bala

  • Romo Arnoldus Vestralen

  • Romo Florianus Waor Wujon

  • Romo Apolo Wolor

  • Romo Laurensius Yatim Muda

  • Romo Dominikus Yosef

  • Romo Rosarius Yansen Raring

  1. TAREKAT SVD: Biara St. Arnoldus Yansen, Postoh, Larantuka, paroki St. Arnoldus Yansen Waikomo (Lembata), Paroki Maria Ratu Semesta Alam Hokeng (Larantuka), Paroki St. Tarsisius Koli-Sagu (Adonara)



  1. TAREKAT MSF: Paroki St. Maria Imaculata Lewolaga (Larantuka) dan Paroki St. Perawan Maria La Salette Lato (Larantuka).



  1. Biara TRAPIST di Lamanabi, paroki Waiklibang.



  1. FRATER BHK: Biara St. Gabriel, Podor (Paroki Waibalun): mengelola SMUK Podor, Larantuka



  1. BRUDER LAMENAIS: Weri (Larantuka): mengelola Pusat Pendidikan Luar Sekolah (sejumlah kursus untuk kaum muda putus sekolah).



  1. SUSTER SSpS: Biara SSpS Balela (Larantuka) mengelola SMPK Mater Inviolata Larantuka, biara SSps Hokeng (Larantuka) mengelola SMPK Sancticimma Trinitas Hokeng, Biara SSpS St. Theresia Boto di Lembata: mengelola Balai Pengobatan

  2. SUSTER PRR: Komunitas PRR Postoh, Komunitas Biara Pusat PRR di Lebao, komunitasa PRR di Weri, komunitasa PRR di Riangkemie, komunitas PRR di Pamakayo, Komunitas PRR di Lamahora (Lembata), Komunitas PRR di Kalikasa (Lembata),Komunitas PRR di Lite (Adonara)



  1. SUSTER CIJ: Komunitas CIJ di Waibalun, Komunitas CIJ Beato Damian di Lewoleba, Komunitas CIJ St. Antonius di Lewolema



  1. SUSTER CB: Komunitas CB di Witihama (Adaonara), komunitas CB Bintang Samudra di lewoleba,



  1. SUSTER OP: Komunitas OP di Waiklibang, Komunitas OP di Sarotari,



  1. SUSTER FRANSISKANES: Komunitas Waiklibang



  1. SUSTER ALMA: Komunitas Alma di Lebao, komunitas Alma di Waiwerang.

  2. SUSTER DST: Komunitas DST di Pohon Bao



  1. SUSTER KATEKIS: Komunitas Lewoleba.



  1. KATEKIS AWAM: Adalah para katekis dengan pendidikan Sekolah Tinggi dan akademi Kateketik dan pastoral. Para katekis awam bekerja sebagai tenaga pastoral paru waktu. Umumnya mereka sebagai pegawai negeri sipil di bidang pendidikan dan sejumlah kecil swasta di paroki dan kelompok kategorial.



  1. SEMINARI: Seminari Menengah (SMA) San Dominggo Hokeng, Larantuka yang berdiri tahun 1950.



  1. RUMAH RETRET DAN PEMBINAAN

  1. Rumah Retret: Sesa Banu, Hokeng, Larantuka

  2. Rumah Pembinaan: Sharon, San Dominggo Larantuka.

Selain rumah retret dan rumah pembinaan milik Keuskupan ini, di keuskupan Larantuka maasih ada rumah retret St. Mikael milik biarawati Misi SSpS di Hokeng dan rumah pembinaan St. Maria milik biarawati pribumi PRR di Weri, Larantuka.

  1. SEKOLAH-SEKOLAH KATOLIK

  1. SMU/SMK: Sekolah Menengah Umum St. Darius, Sekolah Menengah Keguruan di Postoh, SKUK St. Yohanes paulus II Waibalun, SMUK St. Gabriel Podor, SMA Seminari San Domingo Hokeng.

  2. SLTP: SMP Ratu Damai Waibalun, SMPK Mater Inviolata, SMP Sanctisima Trinitas, Hokeng,SMPK Phaladya Waiwerang, SMPK St. Pius X Lewoleba, SMPK APPIS Lamalera, SMPK Don Bosko Aliuroba, SMPK. St. Gabriel, Sarotari, SMPK Maria Goreti, Riangkemie,



  1. LEMBAGA SOSIAL KATOLIK:

  1. RUMAH SAKIT:

  1. RS Bukit, Lewoleba, Lembata.

  2. RS Lepra St. Damian, Lewoleba, Lembata



  1. BP dan BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK:

  1. BP/BKIA St. Rafael Boto, Lembata

  2. BP/BKIA Stella Maris di Enatukan, Solor

  3. BP/BKIA St. Yosef di Kiwangona

  4. BP/BKIA St. Theresia di Lebao, Larantuka

  5. BP/BKIA St. Margareta di Pamakayo, Solor

  6. BP/BKIA RA. Kartini di Riangkemie

  7. BP. St. Anna di Waibalun

  8. BP/BKIA Politoben di Witihama



  1. PERDHAKI: Perdhaki Keuskupan Larantuka, Postoh, Larantuka.

  2. KOPERASI/CU: CU Sinar Sharon, Postoh, Larantuka

  3. YAYASAN DAN KARYA SOSIAL

  1. Yayasan Papa Miskin di San Dominggo

  2. Yayasan Ratu Rosari di Lebao

  3. Yapersuktim di Postoh

  4. Yayasan St. Gabriel di Hokeng

  5. Yaspensel di Weri

  6. Yayasan Mardiwiyata di Podor

  7. Pertukangan St. Yosef di Postorh

  8. Pertukangan di Pamakayo

  9. Pertukangan di Lewoleba

  10. Yayasan Karya Wiyata di Kiwangona.



  1. KOMUNIKASI SOSIAL

  1. MAJALAH: -----------

  2. BULETIN KEUSKUPAN: Warta Keuskupan, terbit tiap tiga bulan.

  3. PERCETAKAN: Percetakan Ketapang, Postoh, Larantuka

  4. TOKO BUKU: --------------------



  1. PERUSAHAAN:

  1. CV:n ------------------

  2. PT: Perkebunan REROLARA (Renya Rosari Larantuka), Hokeng, Larantuka



  1. ORGANISASI GEREJANI:

  1. KONFRERIA: Serikat Kerasulan Awam untuk para Bapak di paroki Katedral Reinha Roisari Larantuka, Paroki San Juan Lebao, Larantuka, Paroki St. Ignasius Waibalun, Larantuka.

  2. ST. ANA: Serikat Kerasulan Awam untuk para ibu di semua paroki

  3. OMK: di semua paroki

  4. LEGIO MARIAE:

  5. PMKRI:

  6. PEMUDA KATOLIK: Komisariat Cabang Flores Timur di Larantuka

  7. ISKA: ------------

SELAYANG PANDANG SEJARAH KEUSKUPAN LARANTUKA

  1. Kedatangan Misionaris Portugis: Misi Solor

Pada tahun 1550, sebuah kapal dagang Portugis singgah di pulau Solor dalam perjalanan dagang membeli rempah-rempah. Para pedagang Katolik ini berkenalan dengan masyarakat setempat, mengajar Agama dan mempermandikan sejumlah orang di sana. Tahun 1556, sebuah kapal Portugis melintasi wilayah itu dan ketika menghadapi cuaca buruk, ia mampir dan berlindung di pulau solor. Nahkoda kapal itu mengajarkan agama Katolik kepada raja Lohayong (Solor) dan mempermandikannya menjadi Katolik. Apa yang dirintis oleh kaum awam yang pedagang ini kemudian dilanjudkan oleh para misonaris Portugis yang datang kemudian. Di bawah para misionaris Dominikan, Gereja Solor berkembang. Misionaris pertama adalah pastor Antonio de Taceira disususl kemudian oleh P. Antonio da Cruz, P. Simeo da Chagas dan bruder Alexio dan menetap di Lohayong. Mereka kemudian mendirikan benteng Lohayong (Fort Henricus). Tahun 1556 sudah dipermandikan di sini 25.000 umat dan tersebar di 25 stasi di seluruh Flores Timur (Solor, larantuka dan Adonara).

Tradisi kehidupan sosial dan keagamaan umat Katolik kota Larantuka hingga saat ini masih melekat dengan tradisi-tradisi Portugis. Seperti perayaan pekan suci, khususnya Jumad Agung dirayakan dalam nuansa Portugis, baik lagu-lagu maupun doa-doanya.



  1. Misionaris Belanda

Tanggal 19 Desember 1851 dibuatlah perjanjian damai antara Poretugis dan Belanda yang memisahkan wilayah politik Portugis dan wilayah politik Belanda di kepulauan Nusa Tenggara. Flores Timur masuk wilayah kekuasan politik pemerintah Belanda. Namun demikian, para misionaris Portugis masih sesekali melayani umat di Flores Timur. Dengan penandatanganan Traktat Lisabon 20 April 1859, Portugis menarik diri dari Flores Timur. Walau demikian kebebasan beragama tetap diatur dalam traktat ini. Maka pemerintah Belanda wajib mendatangkan misionaris Belanda untuk melayani umat di wilayah Flores Timur. Sementara itu, Gereja Katolik di Larantuka memiliki “Konfreria” yakni Serikat Rosari Kudus yang terdiri dari kaum awam yang bertugas mengurus kehidupan beragama bersama raja-raja yang sudah menjadi Katolik.

Tanggal 4 Agustus 1860 Romo Yohanes Petrus Nikolaus Sanders, seorang imam diosesan Belanda tiba di Larantuka. Desember 1861, pastor Sanders diganti oleh kerabatnya romo Gaspar Hubertus Fransen. Dalam karyanya, pastor Fransen dibantu oleh keluarga Kerajaan Larantuka, yakni raja Don Gaspar dan adiknya Don Minggo. Romo Fransen mulai mendirikan sekolah. Maka dapat dipastikan, sekolah pertama di Flores Timur bediri pada masa itu walau dalam bentuk yang sederhana. Dan merintis cara penguburan orang mati secara Katolik termasuk mendapatkan tanah untuk pemakaman umm Katolik. Oktober 1863, pastor Fransen kembali ke Belanda.



  1. Pelayanan Misionaris Yesuit

Sebelum pastor Fransen siap kembali, seorang pengganti telah tiba di Larantuka tanggal 17 April, seorang misionaris Yesuit, P. Gregorius Metz.

Di tempat bernama Postoh, P. Metz membangun sebuah Gereja, yang memudian menjaadi gudang dan dibangun gereja kedua yakni “San Dominggo” Larantuka. Selanjudnya sejumlah Gereja dan Kapela di bangun, yang hingga kini masih ada dan diperbaharui. Gereja San Juan Lebao, San Dominggo di Wureh, San Dominggo di Konga, Santa Klara di Lewolaga, kapela santa Lusia di Waibalun, santa Klara di Lewolere, Miserekordia di Pantai Besar, Philipus dan Yakobus di Larantuka, santa Maria di Batumea (Kini Kapela Tuan Ma), San Sepulchro di Ponbao, san Lorenso di Pohon sirih, Nosa Senhora di Lohayong dan Yose di Gege. Tahun 1879, suster-suster Fransiskanes dari Heythuijsen tiba di Larantuka . P. Metz bekerja di Larantuka selama 20 tahun.



  1. Misionaris Serikat Sabda Allah

Hari Jumad 4 Mei 1917, P. Hoebrects dan dua Bruder Yesuit meninggalkan Larantuka dan Flores. Maka berakhirlah periode pelayanan misionaris Yesuit di tanah ini. Mereka dilepas di pelabuhan Larantuka oleh umat yang sangat besar jumlahnya bersama Mgr. Petrus Noyen, SVD dan komunitas SVD di Larantuka. Sebelumnya, tanggal 20 Mei 1915 tiba di Larantuka misionaris SVD pertama yakni P. Wiliam Bach, SVD.

Mulai 1919 hingga 1920 datang ke Nusa Tenggara tidak kurang 36 imam dan bruder SVD. Frater van Velsen, SVD yang memiliki ijasah guru diangkat oleh pemerintah sebagai penilik sekolah di Flores termasuk Larantuka. Di Larantuka berdiri sekolah di Nobo, Riangwulu, Konga, Hewa, Lewolaga, Waibalun dan Lebao. Demikian juga stasi-stasi dibuka di luar Larantuka. Di Lembata stasi Lamalera dengan seorang misionaris yakni Pater Bernardus Bode, SVD yang membuka sekolah pertama di Lembata. Di Larantuka terdapat sebuah sekolah Standartschool atau Vervolgschool 2 tahun sebagai kelanjutan Sekolah Rakyat tiga tahun. Di samping itu didirikan sebuah sekolah guru di Larantuka dan kursus pertukangan yang sudah dirintis para imam Yesuit.

Kaetika perang dunia II 1942, Jepang menduduki Flores termasuk Larantuka. Lalu para misionaris Belanda diinternir di sulawesi Selatan. Namun Mgr. Hendrik Leven bersama sejumlah imam diizinkan berkarya dan meneruskan pendidikan imam pribumi. Sebelumnya telah ditahbiskan 2 imam pribumi pertama antara lain P. Gabriel Manek tanggal 28 Januari 1941. Pastor muda inilah yang ditempatkan di wilayah Flores Timur.



  1. Masa Baru

Babak baru segera mulai setelah melewati masa sulit pendudukan Jepang. Kemerdekaan diisi dengan pengembangan Gereja di Nusa Tenggara. Pendidikan seminari menjadi salah satu jalan menyiapkan imam-imam pribumi. Berdirilah di Larantuka Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1950. Sebelumnya, tahun 1942 ditahbiskan sejumlah calon imam dari Larantuka menjadi imam tarekat religius SVD: P. Rufinus Pedrico, SVD, P. Yohanes Bala Letor. Dan dari Larantuka juga tiga imam SVD ditahbiskan Uskup: Mgr. Gregorius Mentero (almarhum), Mgr. Paulus Sani Kleden (almarhum) dan Mgr. Antonius Pain Ratu. Imam Diosesan pertama dari Larantuka ditahbiskan tahun 1963. 35 tahun kemudian (1998) sudah mencapai 78 imam diosesan. Tahun 1958 Mgr. Gabriel Manek mendirikan di Larantuka Tarekat biarawati pribumi Puteri Reinha Rosari (PRR) yang kini bekerja di 12 Keuskupan di Indonesia bahkan di luar negeri seperti di Kenya, Afrika dan Timor Timur.



  1. Lahirnya Keuskupan Larantuka

Tahun 1951 Vikariat Apostolik Kepulausan Sunda Kecil dimekarkan menjadi tiga vikariat Apostolik. Vikariat Apostolik Ende denga uskupnya Mgr. Antonius Hubertus Thijssen,SVD Vikariat Apostolik Ruteng dengan uskupnya Mgr. Van Bekkum, SVD dan Vikariat Apostolik Larantuka dengan uskupnya Mgr. Gabriel Manek, SVD yang adalah uskup pribumi pertama di Nusa Tenggara. Tahun 1961 Paus Yohanes XXIII mendirikan hierarki di Indonesia. Vikariat apostolik Ende menjadi Keuskupan Agung Ende, demikian pula Ruteng dan Larantuka menjaadi keuskupan Sfragan. Saat itu, Mgr. Gabriel Manek diangkat menjadi Uskup Agung Ende dan di Larantuka digantikan oleh Mgr. Antonius Hubertus Thijssen, SVD sebagai uskup kedua. Tahun 1974 beliau dipindahkan ke Keuskupan Denpasar, dan diangkatlah Mgr. Darius Nggawa SVD sebagai Uskup yang ketiga. Memasuki masa pensiun, tahun 2004 Uskup Darius meletakan jabatan dan digantikan oleh pengganti yang sudah disiapkan dua tahun sebelumnya. Uskup Koajutor Larantuka Mgr. Fransiskusi Kopong Kung, Pr diangkat menjadi Uskup keempat di Keuskupan Larantuka, sekaligus menjadi Uskup dari imam projo pertama di Flores.

LAMPIRAN FOTO:

  1. GEREJA KATEDRAL RRL

  2. GEREJA SAN JUAN LEBAO

  3. GEREJA ST. IGNASIUS WAIBALUN

  4. KAPELA TUAN ANA

  5. PATUNG MARIA REINHA ROSARI DI SAN DOMINGGO

  6. PROSESI JUMAD AGUNG

  7. PROSES TUAN M ENINO MELEWATI LAUT

Дадаць дакумент у свой блог ці на сайт

Падобныя:

Profil keuskupan larantuka icon2 146/05 "top profil" Spółka z o o. Zakup maszyn do produkcji elementów z tworzyw sztucznych 48,5 2

Profil keuskupan larantuka iconEr det muligt for Merkur anno 2009 at være en konkurrencedygtig bank såvel som en bank med stærk social profil?

Размесціце кнопку на сваім сайце:
be.convdocs.org


База данных защищена авторским правом ©be.convdocs.org 2012
звярнуцца да адміністрацыі
be.convdocs.org
Галоўная старонка